SUARA HATI

taukah kamu..kenapa saya masih bisa bertahan sejauh ini???

tidak kah kau sadari, bahwa ini semua adalah perjuangan ku untuk tetap mempertahankan semua
menuruti kata hati ini…
apakah kamu pernah menyadari, bahwa apa yang aku harapkan dari mu semata-mata untuk hidupmu,… DEMI meneruskan cita-citamu yang tinggi…
SADAR LAH…MENGERTILAH…
ini semua adalah perjuangan mu yng harus kamu perjuangkan sendiri. Aku hanya bisa menyuport dan mendo’akan mu semoga ini semua cepat selesi…
DAN AKU DISINI INSYAALLAH AKAN MENUNGGU…
TETAPLAH SEMANGAT WALAU APAPUN RINTANGAN YANG KITA HADAPI,
YAKINLAH INI UJIAN KITA, ALLAH AKAN MEMBERIKAN JALAN YANG BAIK UTUK KITA…

SEMANGAT NTIANG ^_^

Pemilihan, Pemanfaatan, dan Pembuatan Alat Permainan Untuk Anak Usia Dini

  1. A.  Pemilihan dan Pemanfaatan Permainan untuk Perkembangan Emosi dan Sosial Anak
    1. Pengertian

Perkembangan Sosial adalah Perkembangan sosial anak-anak dapat dilihat dari tingkatan kemampuannya dalam berhubungan dengan orang lain dan menjadi anggota masyarakat sosial yang produktif. Hal ini mencakup bagaimana seorang anak belajar untuk memiliki suatu kepercayaan terhadap perilakunya dan hubungan sosialnya. Perkembangan sosial meliputi Kompetensi Sosial (kemampuan untuk bermanfaat bagi lingkungan sosialnya), Kemampuan Sosial (perilaku yang digunakan dalam situasi sosial), Pengamatan Sosial (memahami pikiran-pikiran, niat, dan perilaku diri sendiri maupun orang lain), Perilaku Prososial ( sikap berbagi, menolong, bekerjasama, empati, menghibur, meyakinkan bertahan, dan menguatkan orang lain ); Perolehan nilai dan moral (perkembangan standar untuk memutuskan mana yang benar atau salah, kemampuan untuk memperhatikan keutuhan dan kesejahteraan orang lain). Baca lebih lanjut

PERKEMBANGAN BERMAIN ANAK USIA DINI

BAB I

PENDAHULUAN

Masa anak usia dini salah satunya dikenal sebagai masa bermain. Hampir sebagian waktunya digunakan untuk bermain. Dengan bermain anak usia dini tumbuh mengembangkan sekuruh asoek perkembangan dirinya. Oleh karena itu, seorang guru anak usia dini harus mengetahui hakikat dan arti bermain dan permainan pada anak serta berbagai keterampilan yang berkaitan dengan permainan dan bermain anak.

Keterampilan tersebut akan berguna dalam merencanakan dan mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak melalui kegiatan bermain sambil belajar, belajar seraya bermain.

BAB II

PEMBAHASAN

1.  ARTI BERMAIN

Bermain adalah setiap kegiatan yang dilakukan untuk kesenangan yang ditimbulkan , tanpa mempertimbangakan hasil akhirnya. Bermain dilakukan secara suka rela dan tidak ada paksaan atau tekanan dari luar atau kewajiban.

Bermain merupakan  kebutuhan  dan kehidupan anak sehari- hari baik  kapan saja,  dimana saja, apa saja, dan dengan siapa saja.

FUNGSI BERMAIN BAGI ANAK

  1. Mengembangkan kemampuan kontrol diri
  2.  Mengembangkan kreativitas
  3.  Mengembangan kesadaran diri dan orang lain
  4.  Kesadaran akan aturan
  5.  Mengembangkan sosialisasi
  6.  Mengembangkan kekuatan  dan kesehatan fisik
  7.  Mengembangkan emosional
  8.  Pengembangan intelektual

Selain itu adapun manfaat bermain:

MANFAAT BERMAIN :

  1. Memampukan anak menjelajahi dunianya
  2. Mengembangkan pengertian social dan cultural
  3. Membantu anak mengungkapkan pikiran dan perasaan mereka
  4. Memberikan kesempatan mengalami serta memecahkan masalah
  5. Mengembangkan keterampilan berbahasa, dan melek huruf, serta mengembangkan pengertian atau konsep
  6. Memicu kreativitas anak
  7. Mencerdaskan otak anak
  8. Menanggulangi konflik yang anak alami
  9. Mengasah panca indranya
  10. Melatih empati anak
  11. Sebagai Terapi bagi anak
  12. Melakukan penemuan-penemuan baru

NILAI BERMAIN BAGI ASPEK PERKEMBANGAN ANAK

  • Nilai bermain bagi pertumbuhan dan perkembangan fisik

Setiap kegiatan yang dilakukan anak  menghasilkan  gerakan menggunakan fisiknya,baik bergerak bebas dengan menggunakan anggota-anggota tubuhnya.Contohnya saja berjalan , berlari, melompat, merangkak, melempar, mendorong, berayun, meluncur dan meniti.

Terampilnya anak dalam menggunakan gerakan-gerakan tubuhnya akan berkembang dan menambah rasa percaya diri anak.Dengan bermain energy anak tersalurkan, serta peredaran darah, kerja pencernaan makanan dan pernapasan anak menjadai teratur.

  • Nilai bermain bagi perkembangan kognitif

Vygotsky (1976)adanya hubungan erat antara bermain dan perkembangan kognitif. Bermain merupakan kesempatan bagi anak untuk bereksplorasi, mengadakan penelitaian-penelitian, mengadakan percobaan untuk memperoleh pengetahuan.

Melalui bermain anak memperoleh pemenuhan dari rasa ingin tahunya. Saat bermain anak mendapat banyak latihan untuk mengamati sendiri, membandingkan serta menyimpulkan apa yang diamatinya sendiri dan berpikir sendiri serta berbuat sendiri sehingga anak dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya.

  • Nilai bermain bagi perkembangan social

Bermain bersama  bersama temannya merupakan kesempatan yang baik bagi anak untuk belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan serta melatih anak untuk pandai bergaul dengan teman sebayanya.

  • Nilai bermain bagi perkembangan emosional

Kegiatan bermain memberikan banyak kesempatan kepada anak mengekspresikan perasaannya secara bebas, baik perasaan senang, takut , kecewa, sedih marah dll.Dengan begitu perasaan yang dirasakan anak akan tersalurkan dengan sendirinya sehingga anak dapat belajar mengontrol dan menyeimbangkan emosionalnya dengan keadaan lingkungan disekitarnya.

Ciri Bermain

  1. Bermain dilakukan secara  sukarela atau dimotivasi secara instrinsik
  2.  Bermain adalah simbolik, berarti dan berguna
  3.  Bermain mendorong anak aktif
  4.  Bermain didasari atau diikat aturan
  5.  Menyenangkan atau menggembirakan

Tipe Bermain Bagi Anak

  • Bermain bebas atau spontan
  •  Bermain terorganisasi
  •  Bermain dramatik
  •  Bermain praktik, bermain simbolik, dan bermain

dengan atruran (Piaget, dalam Seefeldt, 1992).

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Jadi, selain bermain mempunyai nilai yang penting bagi perkembangan aspek fisik, kognitif, bahasa, social-emosional anak, bermain juga dapat:

  1.  Memicu kreativitas anak
  2. Mencerdaskan otak anak
  3. Menanggulangi konflik yang anak alami
  4. Mengasah panca indranya
  5. Melatih empati anak
  6. Sebagai Terapi bagi anak
  7. Melakukan penemuan-penemuan baru

Pengembangan Pembelajaran Sains Anak Usia Dini

Diposting oleh Sri wahyunengsi

Analisis Pembelajaran Sains Anak Usia Dini

BAB I

PENDAHULUAN

1. Apakah Sains itu?

Sains berasal dari kata Latin scientia yang berarti ” Saya tahu “.Sain dapat diartikan ilmu yang mempelajari sebab akibat dari kejadian yang terjadi di alam ini. Tetapi banyak kejadian yang tidak dapat atau belum dapat dijelaskan oleh sains.

Kamus mendefenisikan natural science sebagai systematic and formulated knowledge dealing with material phenomena and based mainly on observation and induction, yaitu ilmu sistematis dan dirumuskan yang berhubungan dengan gejala-gejala kebendaan, dan didasarkan atas pengamatan dan induksi.

Meskipun kegiatan dalam sains hampir selalu berhubungan dengan eksperimen namun konsep sains adalah hasil tanggapan pikiran manusia atas gejala yang terjadi di alam ini.

Sains juga dapat dikatakan sebagai ilmu teoritis.Tetapi suatu teori betapapun indahnya dirumuskan,tidaklah dapat dipertahankan kalau tidak sesuai dengan hasil observasi dan teori tidak dapat berdiri sendiri.Teori selalu didasari oleh suatu hasil pengamatan.Jadi, bahwa sains adalah suatu jenis ilmu pengetahuan teoritis yang diperoleh dengan cara khusus maka dengan cara observasi, eksperimentasi, penyimpulan, pembentukan teori, eksperimentasi, observasi dan  suatu seterusnya kait mengait antara cara yang satu dengan cara yang lain. Cara memperoleh ilmu itu terkenal dengan nama metode ilmiah.

Sains merupakan suatu “badan pengetahuan tentang benda-benda si alam yang diperoleh dengan cara tertentu.Sains mulai dengan fakta dan berakhir dengan fakta.Teori merupakan suatu bagian yang penting yang mana teori dibuat menjelaskan hukum dan meramalkan sesuatu yang baru. Baca lebih lanjut

GIZI DAN KESEHATAN AUD

Konsep Dasar Kesehatan

  1. Pengertian Sehat

Sehat adalah salah satu konsep yang harus dipahami. Sehat adalah sehat pribadi seseorang sutuhnya meliputi, sehat fisik, sehat mental dan sehat sosial yang ketiganya tidak bisa dipisahkan.

Menurut batasan WHO yang dimaksud dengan kesehatan adalah keadaan yang meliputi kesehatan fisik, mental dan bukan hanya keadaan yang bebas dari penyakit cacat dan kelemahan. Baca lebih lanjut

LINGKUNGAN BELAJAR DAN BERMAIN ANAK USIA DINI

BAB I

PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang Masalah

Lingkungan belajar baik didalam kelas maupun diluar kelas merupakan isu yang selalu mendapat perhatian khusus dalam penyelenggaraan pendidikan TK, karena lingkungan sekitar baik fisik maupun non fisik mempengaruhi prilaku manusia. Contohnya adalah pengaturan rumah. Rumah yang bersih dan rapi memberikan gambaran tentang kebiasaan penghuninya yang hidup teratur dan menjaga kebersihan.

Bertitik tolak dari kesadaran bahwa anak belajar dari interaksinya dengan lingkunag disekitarnya dan proses belajar berjalan secara positif dan produktif maka pengaturan lingkungan belajar anak perlu mendapat perhatian secara khusus.

Keberhasilan pelaksanaan program untu pendidikan di TK sangat tergantung dari cara pengaturan lingkungan belajar dan bermain serta penggunaan alat permainan baik didalam kelas maupun didalam kelas. Kesenangan anak didik untuk bersekolah dipengaruhi oleh lingkungan sekolah, maka pengaturan lingkungan, alat permainan pada khususnya, dan sumber belajar pada umumnya harus rapi menarik dan dengan efisiensi yang tinggi sehingga dapat dinikmati dan dirasakan oleh anak.

B.  Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah :

  1. Menjelaskan lingkungan belajar dan bermain anak
  2. Menjelaskan alat-alat permainan di sentra kegiatan

Tujuan dalam makalah ini adalah :

  1. Untuk mengetahui lingkungan belajar dan bermain anak
  2. Untuk mengetahui alat-alat permainan di sentra kegiatan

BAB II

PEMBAHASAN

Lingkungan Belajar Dan Bermain Di Tk

Penggunaan dan pengaturan lingkungan belajar merupakan suatu kegiatan yang didasarkan atas berbagai pertimbangan. Baik yang terkait dengan pengembangan anak secara optimal, maupun yang terkait dengan luasnya ruangan yang tersedia, ataupun bahan-bahan dan peralatan yang ada.

Keberhasilan pelaksanaan program untuk pendidikan di TK sangat tergantung dari cara pengaturan lingkungan belajar dan bermain serta penggunaan alat permainan baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Kesenangan anak didik untuk bersekolah dipengaruhi oleh lingkungan sekolah, maka pengaturan lingkungan, alat permainan pada khususnya dan sumber belajar pada umumnya harus rapi, menarik, dan dengan efisiensi yang tinggi sehingga dapat dinikmati dan dirasakan oleh anak. Baca lebih lanjut

Evaluasi Pembelajaran Anak Usia Dini

 

images

  1. Pengertian Evaluasi

Evaluasi (evaluation) adalah suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai.Evaluasi juga disebut alat pengumpulan data/ alat penilaian. Untuk  melakukan penilaian harus didahului oleh pengukuran baru bisa melakukan penilaian tersebut.

  1. Evaluasi formatif diperlukan untuk mendapatkan umpan balik guna menyempurnakan perbaikan proses belajar mengajar.
  2. Evaluasi sumatif berfungsi untuk mengukur keberhasilan seluruh program pendidikan yang dilaksanakan pada akhir pelaksanaan proses belajar mengajar.
  3. Karakteristik Evaluasi
    1. Validitas adalah Alat evaluasi harus sahih yakni mengukur apa yang hendak diukur dengan tepat.
    2. Reabilitas adalah Alat evaluasi  harus ardal artinya alat evaluasi harus menghasilkan hasil ukur yang sama jika dipakai kapanpun dan dimanapun.
    3. Dekriminatif adalah evaluasi harus dapat menghasilkan/ menunjukkan hasil yang berbeda-beda pada setiap anak.
    4. Praktis adalah alat evaluasi harus praktis yakni mudah untuk digunakan.

Alat evaluasi

  • Observasi, terbagi atas:

Pertisipatoris adalah Apabila orang yang melakukan observasi ikut mengambil bagian dalam situasi yang sedang diobservasi

Nonpartisipatoris adalah Apabila orang yang melakukan observasi itu berada diluar situasi yang sedang diobservasi.

  •  Wawancara, terbagi atas :

Terencana

Tidak Terencana

  • Angket, terdiri dari :

Ditinjau dari segi siapa yang menjawab

Langsung  adalah angket dikatakan langsung jika angket tersebut dikirimkan dan diisi langsung oleh orang yang akan diminta jawaban tentang dirinya

Tidak Langsung adalah angket yang dikirimkan dan diisi   oleh bukan orang yang diminta keterangannya. Angket tidak langsung biaanya digunakan untuk mencari informasi tentang bawahan, anak, saudara dan tetangga.

Ditinjau dari segi cara menjawab

1. Angket tertutup

angket yang disusun dengan menyediakan pilihan jawaban lengkap sehingga pengisis hanya tinggal memberi tanda pada jawaban yang dipilih.

2. Angket terbuka

angket yang disusun sedemikian rupa sehingga para pangisi bebas mengemukakan pendapatnya.

3. check list

deretan pertanyaan dimana respondensi yang dievaluasi tinggal memububuhkan tanda cocok  di tempat nyang sudah disediakan.

  1. Penilaian Hasil Karya Anak
  2. Portofolio
  3. Sosiometri adalah  suatu alat penilaian untuk melihat sejauh mana perkembangan social anak.
  4. Catatan Anekdot, terdiri dari:

–          Catatan Anekdot Periodik adalah  evaluasi yang dilakukan ketika peristiwa itu terjadi pada kegiatan terprogram (proses belajar). Contohnya: pada saat anak bermain

–          Catatan Anekdot Insidental adalah Mencatat peristiwa-peristiwa yang terjadi diluar kegiatan.

ARTIKEL “APAKAH PEMBELAJARAN KOMPUTER SUDAH DIPERLUKAN SEKARANG?

ABSTRAK

Dalam era globalisasi ini, diperkirakan penggunaan teknologi  akan mendominasi kehidupan kita.Untuk itu sebagai calon pendidik anak usia dini  perlu mengenalkan teknologi tersebut kepada anak didiknya , salah satunya dengan mengenalkan teknologi “computer”.

Pengenalan perangkat teknologi sejak dini berguna untuk menghindari munculnya generasi yang  gaptek atau gagap dalam menggunakan teknologi.Jadi dengan penguasaaan teknologi dimasa depan juga menentukan kejayaan dan kesuksesan suatu bangsa.Kesuksesan suatu bangsa inilah yang nantinya berada ditangan anak – anak didik kita nanti.

Jadi pengenalan teknologi computer pada anak usia dini sangat diperlukan tidak hanya sebagai untuk pembelajaran tetapi juga membantu anak dalam mengenali, mengelolah informasi-informasi yang ada di dalamnya serta meningkatkan kreativitas pada anak dan memberikan manfaat yang positif pada anak.

 

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Kehidupan manusia sekarang dan masa yang akan dating, tidak bisa lepas dari teknologi. Hal itu disebabkan seirng bertambaahnya kemajuan teknologi yang semakin pesat. Perkembangan teknologi yang sangat pesat ini membuat orang tua mau tidak mau harus mengenalkan berbagai teknologi khususnya ilmu computer kepada anak agar mereka mengerti dan bisa memanfaatan computer sehingga siap menjadi sumber daya yang kompetitif dimasa depan.

Hal diatas lah yang melatar belakangi penyusunan makalah ini, Dengan harapan, agar masyarakat siap untuk mengahadapi era modern ini, serta dapat membimbing anaknya untuk maju dan “melek” terhadap teknologi khususnya computer.

PENGENALAN KOMPUTER PADA ANAK USIA DINI

Dalam mengenalkan computer pada anak usia dini dimulai dengan memperlihatkan seperti apa sih computer itu, dengan begitu anak mengetahui bentuk computer tersebut, dan setelah itu kita menceritakan apa manfaat dan kontribusi computer dalam kehidupan manusia.Dengan begitu diharapkan anak mulai menarik dirinya untuk mengenali computer. Baca lebih lanjut